Just another WordPress.com site

Hello 2012

Tadinyaa tahun 2012 mau diisi dengan revolusi eh resolusi tahun baru yang kece: MENULIS BLOG DALAM BAHASA INGGRIS! Keren ga tuh??
Landasan masalahnya sih biar makin jago bahasa inggrisnya.
Tapiiii.., ujung-ujungnya bukan bulis blog malah mantengin google translate. Ngecek grammarnya bener ga yaa.. Hahahaha.. *ngakak jumpalitan*
cek aja di nikenwidowaty.blogspot.com (kalo mau ngakak jangan di comment ya, simpan aja dalam hati..)

well, tapi tetep kekeuh sumerekeuh mau nulis, jadi ngaco gitu ya tetep ditulis aja. sampai akhirnya harus menyadari kalau perlu belajar bahasa inggris lagi. Doakan saya!

Selagi belajar biar TOEFL-nya 1100 (yakaleee..), nulis pake Bahasa Indonesia aja dibenerin kali yaa.. Masih tentang menulis tahun ini pengen nulis sesuatu.., semoga atas doa dan dukuangan semuanya termasuk mbak syahrini, tulisan ini akan selesai di tahun ini. Amin!

Bagi para pencinta film, tentu anda penah menonton film kung fu panda bukan?

Siapa yang tak mengenal film kung fu Panda. Meskipun film kartun ini bergenre humor namun sarat dengan pesan moral yang tinggi. Di dalam film Kung Fu Panda, Master Shivu (guru Kung Fu pada film tersebut) pernah memberikan pesan kepada salah satu muridnya, yaitu Poo. Pesannya adalah “tomorrow is history, future is mystery, and today is present.” Meskipun pesan ini cukup singkat, namun ia memiliki makna yang mendalam tentang waktu resolusi kehidupan.

Berkaitan dengan resolusi kehidupan, seorang ilmuwan fisika terkenal Albert Einstein yang dikenal dengan teori fisikanya theory of relativity, juga pernah membuat pernyataan tentang waktu, yaitu “Learn from yesterday, live for today and hope for tomorrow. The important thing is not stop questioning.” Salah satu pernyataan Einstein lainnya tentang waktu yang juga terkenal yaitu “…know that the distinction between past, present, and future is only a stubbornly persistent illusion.”

Pada umumnya setiap tahun baru kita telah dibiasakan dan bahkan dibudayakan untuk membuat resolusi tahun baru. Berbagai target, harapan, rencana, dan mimpi dirancang sedemikian rupa di akhir tahun untuk menjadi target pencapaian di tahun berikutnya. Biasanya kita membuat resolusi tahun baru tersebut tanpa didasari pengetahuan yang pasti apakah resolusi-resolusi yang direncanakan tersebut akan tercapai atau tidak. Namun satu hal yang pasti adalah terdapat kemungkinan bahwa resolusi-resolusi tersebut akan dicapai atau dimiliki (posses) di tahun berikutnya. Dan tidak menutup kemungkinan juga setelah beberapa hari resolusi-resolusi tahunan tersebut dibuat maka akan segera dilupakan.

Berbagai fantasi pada resolusi tahunan yang dibuat menjadi hilang (lost). Seperti pada logika psychoanalysis antara fantasi, kepemilikan (possession), dan kehilangan (lost). Ketiganya adalah hal-hal yang saling berkaitan. Fantasi menurut Jacques Lacan akan membentuk object petit a (object cause of desire) yang pada akhirnya akan menghasilkan narasi ketidaksadaran (unconscious) tentang kepemilikan (possession) atau (lost). Sehingga, pada konteks ini resolusi tahun baru adalah sebuah fantasi untuk memiliki atau kehilangan tentang sesuatu (thing/object).

Akankah fantasi terhadap resolusi tahun baru menjadi penting? Atau mungkin yang menjadi penting bukan lagi mengenai persoalan resolusi-resolusi yang dibuat tersebut akan tercapai atau tidak, akan diingat atau dilupakan, atau akan mendapatkan atau kehilangan sesuatu, tetapi sepertinya membuat resolusi itu sendiri pada saat ini yang menjadi penting apapun bentuknya atau isinya Berdasarkan pesan Master Shivu kepada Poo dan juga berdasarkan pernyataan Einstein tentang waktu, dapat disimpulkan bahwa yang terpenting pada akhirnya adalah waktu saat ini/hari ini (present time).

Semisal, adakah di antara kalian yang pernah membuat resolusi tahun baru untuk mempunyai pacar? Well, Meskipun hal ini terkesan sederhana dan tampak mudah, namun ternyata ada beberapa pribadi yang butuh waktu lebih dari setahun untuk mempunyai pacar. Hal ini dikarenakan banyak hal, salah satunya yaitu jika pribadi tersebut mau mengubah dirinya mulai detik ini. Seperti membuka diri terhadap perubahan dan hal-hal baru. Hal ini dilakukan mulai detik kapan pun pribadi itu siap. Oleh karena itu, resolusi akan menjadi penting bukan dikarenakan resolusi itu dibuat pada akhir tahun untuk dicapai di tahun berikutnya melainkan resolusi itu akan menjadi jauh lebih penting ketika resolusi pada hari ini dapat diterapkan untuk saat ini.

Life resolution is not about New Year time, but is a matter of everyday life resolution.

Happy New Year Everyone.

:)

 

Oleh: Azis Rahmani & Niken Widowaty

our first article.. published at Bulletin Hubungan Internasional Universitas Al-Azhar Indonesia

Day 2

Setelah berjuang hanya makan 3 lembar roti tawar breadtalk yang ada lapisan kejunya, sekali lagi bukan karena diet tapiii dirumah ga ada orang dan ga ada makanan, yes bangun kesiangan ini salah satu ruginya, ditinggal kondangan! Hari pertama end up with mie goreng jawa pak karso + ayam penyet Surabaya… Mari kita salahkan pak karso! Hahaha..

 

My Project Day 2, Senin, 21 November 2011, 11:00 AM

Hari ini bangun normal deh kayaknya,, yaa sekitar jam 10 setelah tidur dari jam setengah 2, normal kan yaa?

Apaa? Senin yaa?

Hahaha, kawan maaf-maaf nih jam kerja gw ga normal cyiinn.. It could be everyday is a holiday, or it could be everyday is a hell-o-work! :P

Udahlah yaa, ga usah iri sama gw.. *eh siapa lo keenn?*

Well, yang penting gw tidur 8 jam dan kemarin udanh minum banyak air putih, sehingga metabolism gw lancaaarr.. Selancar jalan tol cipularang kala dini hari di hari kerja..

Nah mengingat gw kemarin ga makan banyak serat,, jadi pagi ini dimulai dengan segelas air hangat yang diberi perasan jeruk nipis beserta sebuah mangga harum manis yang gw makan tidak bersama kulitnya!

Hei keenn? Lo gila apa pagi-pagi makan begituan?

Eits, tenang cyiinn.. Buah memang lebih baik di konsumsi sebelum makan berat.  Gw dapat pernyataan ini dari pakar gizi disaat ia tampil sebagai narasumber dalam sebuah talkshow yang dipandu sepupu gw, well intinya karena gw mau nonton sepupu gw, eh malah dapat ilmu itu yang diterapkan sekarang..

Mungkin buat yang biasa mengawali harinya dengan segelas kopi item sambil nyudut sebatang rokok, mencoba sarapan seperti ini tentu rasanya aneh banget dan berat nget bangeeettt.. Tapi kalo dicoba selama 30 hari akan terbiasa kok, kalo kata Sean Covey di bukunya 7 Habits of Highly Effective Teens, “suatu hal bisa menjadi kebiasaan karena telah dilakukan selama 30 hari terus menerus tanpa henti, itu memprogram tubuh kita terhadap kebiasaan baru”.

Ga percaya?

Coba kebiasaan baru yang sederhana deh, seperti minum segelas air putih sebelum tidur, terus dilakukan setiap hari selama 30 hari tanpa putus yaa.. Lihat hasilnya, pasti jadi terbiasa, dan untuk menghilangkan kebiasaan itu memang butuh waktu lebih mudah yakni 7 hari aja..

Silahkan di coba… ;)

Kebiasaan yang gw mulai 3 bulan lalu dan terus terjadi sampai sekarang adalah memperhatikan kalori setiap makanan dibungkusnya saat membeli camilan atau makanan di supermarket. Percaya atau ga, it makes me think twice before buy or eat..

Kenapa susah payah sih ken? Hidup Cuma sekali, nikmatin..

Sama prinsipnya kayak, kalian beli baju aja pilih-pilih padahal bagu atau ga-nya penampilan kalian adalah untuk mata orang lain dan kenyamanan kalian, tapiiiii kesehatan tubuh kalian itu 100% untuk kalian nikmatin sendiri, jadi kenapa harus tidak selektif dalam memilih makanan untuk di konsumsi? ;)

Well, enough said.

Sehabis buah, then gw makan sereal. Ohya, semalam gw beli asinan buah Gedong Dalam (khas bogor nih! Ga kecut atau asam banget loh,, segerr!), yang nampaknya bakal dikonsumsi sesaat lagi, sebelum ikan goreng (makanan kesukaan gw nomor satu di dunia!) yang wanginya sudah tercium, memasuki singgasana perut gw yang one pack ini, hahaha.. Tentunya pakai sayur bayam yang anget, dikasih ‘colekan’ sambel terasi sedikit dan jagung rebus sebagai karbohidratnya.. heeemm, udah ngiler nih gw..

See? ga susah kan untuk hidup sehat..

Tinggal olahraga nih yang belum, well besok gw ceritain yaa..

 

Ciao!!!  :)

Day 1

My project Day 1, Minggu, 20 november 2011, 13:00

Wooohhhooo,, my first project!

Well, ini udah jadi fenomena bagi sebagian besar wanita yang dikonstruksikan untuk tampil langsing. Dan gw pun turut larut dalam konstruksi ini selama bertahun-tahun. My 1st project juga didasari keinginan untuk tampil langsing, tadinya, tapii untung gw telah sadar dari kekhilafan itu karena bantuan pacar yang menyadari bahwa “Body is the most deceptive image on human mind”

Tapiii, gw juga mau dong terlihat sehat. Maka my 1st project adalah healthy life! Gw akan (dan semoga bisa dipenuhi) mencatat perkembangan “hidup sehat” gw melalui blog ini. Healthy life it’s not about trend, even lately it is.

Mengambil ilmu dari buku “You are what you eat” serta Buku Diet Golongan Darah B, ada beberapa cara yang mau gw terapkan dalam pola makan gw.

Antara lain:

-          Mengawali hari dengan segelas air hangat yang diberi perasan jeruk lemon (jeruk nipis juga bisa). Fungsinya adalah untuk membersihkan racun dalam tubuh, katanya bila dilakukan setiap hari.

-          Sarapan sehat. Maaf nih gorengan dan minyak-minyak, gw harus mengurangi kehadiran lo dalam tubuh gw. Habis kalo lo kebanyakan di tubuh gw, adanya penyumbatan aliran darah serta penumpukan lemak sih. Hehe..

Sereal atau oatmeal atau buah-buahan bisa jadi sarapan yang pas. Katanya sih, kalau mau konsumsi protein lebih baik pagi hari, karena memang lagi dibutuhkan. Tapii karena hari ini gw bangun siang, air lemon anget dan sereal pun cukup.

-          Minum jamu seminggu 3 kali. Bukan rasis, tapi gw sebagai orang jawa diajari sedari kecil untuk konsumsi jamu. Kalau dulu beras kencur, sekarang kunyit asem+beras kencur. Fungsinya obat herbal bagi diri sendiri. Kalau cowo sih beras kencur cukup deh, tapi cewe kan harus jaga kesehatan tubuhnya disaat tamu bulanan. *ssst, titip rahasiaku yaa* *ngedip manja*

-          No rice! Ups I mean for the white one, but welcome red rice… choose potato and bread as carbo. Kalaupun ga ada kentang rebus, roti atau nasi merah, lauknya aja kalo gitu, hehehe..

-          Air putiiihhhh, seminggu lalu gw beli sebotol air putih merek sesuatu yang berlabel orange dengan botol ukuran 1,5 liter. Gw tenteng kemana-mana itu botolnya, dan gw abis dalam sehari. Rasanya gw ga berhutang sama diri gw sendiri daaaaann gw hemat bet cyiinn.. Ga usah beli minuman lagi kalo makan, maaf yaa restoran dan warung-warung sekitar kantor. But for double benefit, why not? :)

-          Santan, maaf juga nih harus dimusuhin.. Yaa sesekali bolehlah, tapi ga makan gulai terus kali yaa setiap hari..

Tujuannya adalah untuk stamina tubuh gw, jujur gw sering sakit-sakitan nih apalagi dengan jam tidur yang ga jelas, serta jam makan yang ga teratur. Selain itu gw berniat buat pakai celana jeans favorit gw, sayangnya ukurannya 29 sedangkan gw sekarang pakai 31. Tapi bukan buat langsing kok, beneran.. Gw suka banget itu celana jeans 129 ribu warna biru lusuh yang udah cenderung putih saking seringnya gw pake, my favorit all the time! Wajar kan yaa gw mau pakai lagi.., hehe..

Sejauh ini, itu dulu yang mau gw lakuin. Wish me luck.. I’m so hungry, got to grab something… ciao!! :)

Haloo dunia, baru bangun nih gw.. hahaha..

Oke,, mungkin isi blog gw sebelumnya adalah tentang jalan-jalan dan tulisan-tulisan yang dimuat di website BERBURU. Tapii setelah mendapatkan ilmu banyak dari #wordisme, terima kasih Mbak @AlberthieneE (silahkan di googling atau search di twitter), gw jadi semangat mengklasifikasikan blog gw.

Kenapaa?

Karena:

  1. Blog is about yourself, be honest, write it, all out.

Fungsi utama blog, sepengetahuan gw, adalah untuk ajang curhat diri lo yang kemudian di publish, untuk memenuhi rasa ingin tahu orang lain. Tujuannya supaya rasa ingin tahu orang lain terpenuhi, lo pun puas sepuas-puasnya curhat. Hasilnya adalah golongan orang bebas galau. (Bagi yang baca ini sepuluh tahun lagi, percayalah, ini adalah kata yang mendefinisikan generasi sekarang.. Percayalah… )

Nah, atas dasar itu, gw mau curhat tentang hal-hal yang ada di pikiran gw. Supayaaaa, kalian yang baca juga bisa ikutan galau! *eh?*

Well, gw berharap hasil baca blog gw bukan sekedar galau sih tapi juga terinspirasi buat melakukan hal-hal yang lo suka dan ingin lakukan tapi susah.

Kenapa ga curhat di sahabat atau pacar? Emm, karena di bagian ini gw akan bahas proyek-proyek kecil buatan gw dan untuk gw sendiri maka gw ga akan merepotkan sahabat dan pacara atau keluarga dengan menjeberkan detilnya setiap hari. Kebayang kalo lo denger sahabat atau pacar atau keluarga lo denger lo ngoceh detil tentang proyek lo sendiri.

Misal:

“Pa, hari ini aku mau hidup sehat, pokoknya ga ada nasi, terus sarapannya cuma pake susu low fat, sereal dan air jeruk nipis anget. Terus nanti siang….. bla… bla… blaaa… Lalu besok aku.., bla.. bla.. bla.. Jadi minggu depan bisa …. Bla.. bla.. bla…”

Maaf, maaf nih, gw aja males dengernya, jadi gw juga ga mau jadi orang yang seharian berbicara seperti itu.

Alias, mereka tinggal baca disini kan yaaa.., jadi gw ga ribet cerita berulang kali.. Hahaha, intinya sih buat kebaikan mulut gw juga, kasian sudah 24 tahun digunakan, nanti capek.. :P

  2. It’s human basic to need or want something.

Secara gw manusia kan yaa, boleh dong gw punya kebutuhan dan keinginan. Gw BUTUH berbagi cerita gw, supaya bisa memacu diri gw sendiri untuk proyek-proyek kecil ini. Kalo udah di tulis di blog terus ga dilanjutin, nampaknya gw ga memacu diri gw sendiri untuk maju. Karena proyek-proyek ini untuk kebaikan gw juga.

Daannn gw punya banyak MAU. Mau coba diving, mau berhasil selesein satu buku resep masakan Indonesia, mau hidup sehat, mau bisa nyetir, mau bisa nulis, mau beasiswa S2, mau traveling keliling dunia, mau belanja banyak, mau bisa nyulam, mau bisa betulin genteng, mau bisa angkat beban, beban kehidupan, eeaaa..

Pokoknya banyak mau deh…

Ternyata setelah gw melakukan perenungan yang matang di ujung menara Eiffel (baca: sutet PLN, karena gw belum pernah ke Paris), sebagian besar MAU gw itu sudah terwujud di 2011. Ya gw bahagia!

Sekaligus sedih..

Karena gw ga sadar, gw ga bisa inget proses gw mencapai itu semua.. Proses ketika gw lupa akan MAU gw atau harus menunda MAU gw karena satu dan lain hal, alhasil ga semua MAU gw terwujud. Well, memang ga semua harus terwujud sih, tapiii ternyata mengenang proses itu penting loh!

Misalnya blog ini, kalau kalian lihat tulisan setahun yang lalu, tentang gimana gw mulai mendeklarasikan perang gw dengan si rasa malas untuk menulis, well gw rasa itu udah cukup berarti. Melihat adanya beberapa tulisan gw di blog yang semakin lama semakin panjang dan beberapa di antara mereka di muat di blog lainnya (www.berburu.org) dengan bantuan editor kenamaan yang temen gw juga, Tasa N. Barley.  Artinya gw berhasil mendapatkan MAU untuk menulis dan menjadikan ini dunia baru gw. Tapi gw lupa tuh, lupa proses ketika gw malas nulis kayak apa, karena gw ga mencatatnya di blog ini. Gw jadinya cuma menyesali kenapa tulisan gw sedikit, padahal TARGET gw adalah satu tulisan setiap bulan. Artinya gw selama beberapa bulan ga belajar dan baca untuk menghasilkan satu tulisan saja untuk dimuat di blog ini.

Well, udah mulai pusing kan ama pikiran gw yang campur aduk dan banyak maunya ini. Untuk itu gw butuh blog biar gw bisa berbagi kepusingan gw akan diri gw sendiri yang kemudian fenomena ini disebut ‘GALAU’.

3. Atas kepusingan gw tentang kebutuhan dan keinganan gw sendiri, maka gw akan membagi blog ini dalam tiga klasifikasi. My Idea, My Project(s), My Discovery. Mau serius silahkan ke My Idea. Mau kepo, monggo buka My Project(s). Mau Kreatif silahkan buka My discovery. Yup it’s all about me and that’s what blog are for.. Then enjoy it.. I don’t need your comment, I need and want you do something right after reading my blog.. *sent u a virtual hug dear readers*

 

 

Celotehan Si Twitter

Twitter. Siapa yang tidak kenal dengan yang satu ini? Pasti banyak dari kamu yang aktif menggunakan Twitter, selalu update hal-hal unik dan lucu setiap harinya.

Dalam waktu yang relatif singkat, Twitter sudah menjadi bagian dari masyarakat di kota-kota besar, seperti Jakarta. Banyak dari kita yang mengawali dan mengakhiri hari dengan bercerita di Twitter. Social media yang satu ini terbukti ampuh menjadi teman di saat bosan, karena selain menjadi ajang curhat bagi banyak orang, Twitter juga bisa menjadi sumber informasi yang terpercaya.

Informasi harus ditulis di dalam kotak yang berjudul “What’s happening.” Tulisan tidak boleh lebih dari 140 karakter. Sangat menantang.

Kalau ada pesan dari orang lain yang dianggap penting, kamu bisa langsung membalas dengan memilih “reply” atau sekedar “ReTweet” (RT).

Tahukah kamu kalau pengguna Twitter di Indonesia adalah salah satu yang terbesar di dunia? Kita sering kali membuat satu topik menjadi trend di Twitter. Berdasarkan data yang didapat oleh Sysomos, sebuah perusahaan yang menganalisa penggunaan social media di seluruh dunia, pengguna Twitter di Indonesia menempati peringkat ke-6 di dunia. Data yang dikumpulkan pada awal tahun ini tersebut menyebutkan bahwa terdapat lebih dari 2,4 juta pengguna aktif Twitter di Indonesia.

Pada awalnya dirancang oleh Jack Dorsey di tahun 2006 sebagai layanan SMS melalui Internet untuk sebagian kecil orang. Produk ini diciptakan menjadi sarana pendukung pekerjaan bagi orang-orang berusia produktif. Ide sederhana tersebut ternyata berkembang menjadi sebuah trend dunia. Tercatat, ada sekitar 100 juta pengguna Twitter di seluruh dunia.

Twitter memang mengubah dunia. Dulu orang kesulitan untuk bisa berbicara langsung dengan artis idola. Tapi dengan Twitter semua itu berubah.

Sebagian dari kamu pasti menjadi “follower” tokoh idola kamu di Twitter. Benar kan? Tidak perlu malu untuk mengajak bicara idola. Kalau kamu beruntung, sang idola akan langsung membalas.

Lebih dari itu, Twitter telah menjadi penggerak massa yang sangat efektif. Penggalangan bantuan sosial bagi korban bencana alam, misalnya. Cara yang digunakan untuk mengajak orang berkontribusi berbeda-beda, salah satunya adalah meminta orang untuk mem-follow sebuah akun. Semakin banyak follower, semakin banyak pula donasi yang didapat.

Di beberapa negara, Twitter menjadi alat bagi pergerakan melawan otoriter. Tidak heran kalau negara-negara seperti Mesir dan Cina melarang penggunaan Twitter.

Mudahnya penggunaan Twitter juga telah membuatnya menjadi sumber berita yang diandalkan oleh banyak orang. Melaporkan sebuah kejadian penting menjadi sangat penting dengan fitur-fitur yang mudah digunakan, seperti pengambilan foto dan video. Peraturan bahwa setiap pesan harus kurang dari 140 karakter justru menjadi kekuatan yang mengejutkan, membuat setiap pengguna dipaksa untuk membuat pesan yang singkat, jelas dan padat.

Bagi sebagian orang, Twitter menjadi sebuah kebutuhan. Melihat timeline di Twitter beberapa menit sekali sudah bukan hal yang aneh bagi orang-orang di Jakarta. Rasanya hidup kurang komplet kalau belum lihat informasi di Twitter. Tidak jarang kegiatan yang lebih penting justru terganggu.

Asyiknya bermain Twitter juga banyak membuat orang malas untuk membaca koran atau majalah, karena sudah merasa mendapat informasi terkini. Walau tidak ada penelitian resmi, banyak pihak beranggapan bahwa keberadaan Twitter menjadi salah satu penyebab turunnya jumlah eksemplar koran.

Sudah bukan pemandangan baru lagi di Jakarta segerombolan anak muda terpaku menatapi layar smartphone ketimbang buku atau novel. Kritikan pun muncul. Kreatifitas dalam berkata-kata dianggap hilang bergeser menjadi terlalu singkat. Karya-karya sastra hebat yang biasanya tebal kehilangan penggemar dan masuk ke kategori “sale.” Hmmm, jadi fenomena Twitter ini berdampak baik atau buruk yah? Kamu yang memutuskan.

Editor: Tasa N. Barley

Pertanyaan yang selalu diajukan Dora diawal episode. Masih ingat kan pada Dora..?? Yaa, anak kecil perempuan, berambut pendek sebahu dengan model bob dan poni rata diatas alis. Selalu menggunakan ransel. Kerjaannya jalan-jalan pakai peta.. Dia idola saya!

Mari kita tanyakan pada peta!

Pada saat SMA rambut saya sama persis dengan Dora! Bukan saya loh yang menginspirasi Victoria Beckham yang kemudian popular dengan rambut serupa.. Hehe..

Kebetulan karena rambut yang modelnya sama dan kedoyanan jalan-jalan, pertanyaan Dora “Kemana kita hari ini??” selalu saya lontarkan setiap hari. Dengan kata lain, saya tak bisa mengakar alias berdiam diri di satu tempat. (Yang merasa senasib silahkan anggukan kepala anda)

Nah, oleh karena itu, makanya, daripada itu, kesimpulannya, jalan-jalan sudah jadi sifat saya. Ya kata kerja itu sudah berubah menjadi kata sifat.

Pertanyaannya kemudian, jalan-jalan seperti apa?

Ada beberapa tipe jalan-jalan yang bisa saya simpulkan dari penglihatan mata saya dengan jarak pandang hanya sejauh 15 meter ini.
1. Jalan-jalan Gengsi
Kenapa untuk gengsi? Apakah anda sering dengar: “eh udah pernah ke Universal Studio belum?”, “Udah pernah belanja di Hongkong belum?”. Kata tanya “belum” menuntut jawaban “sudah” atau “belum”. Dan jawaban tersebut persis seperti sistem absen.

Dan absennya dibeberapa tempat tertentu yang dinilai bergengsi. Kalau belum ke tempat itu kasta anda belum naik deehh..

Tapi ada juga yang menjadikan jalan-jalan tipe ini sebagai motivasi dan pencapaian diri. “Saya mau nabung biar bisa ke Eropa!” atau “Tahun depan saya harus ke Hongkong, belanjaaa!!”. Anda jadi rajin menabung dan menahan diri demi memenuhi halaman Facebook anda dengan kiriman foto terbaru saat anda sedang menenteng kantong belanjaan berjubel atau makan coklat Belgia langsung di negerinya. Teman-teman anda iri, teman yang ‘mengabsen’ akan angguk-angguk kepala, dan anda pun puas.

2. Jalan-jalan senang-senang
Pernahkah anda tiba-tiba memutuskan cuti atau libur atau bolos kuliah atau bahasa kerennya anak SMA, ‘cabut kelas’ untuk mendadak pergi ke suatu tempat?
Entah itu mall, nongkrong di taman kota, atau keluar kota sekalipun. Pokoknya senang-senang mendadak. Tanpa diperhitungkan sebelumnya baik dari tempat tujuan, akomodasi, transportasi, bahkan budget. Waktu SMA siapa yang suka nilep duit buku buat jalan? (angguk-angguk dalam hati aja yaa, hehehe..)

Keserbamendadakan (silahkan membiasakan diri dengan bahasa saya yang sangat tidak EYD yaa..) justru kunci utama dari jalan-jalan tipe ini. Tujuannya senang-senang! Ada rasa khawatir tapi lebih besar rasa senang-senangnya. Tapi begitu usai jalan-jalan, pasti khawatir lagi, karena bolos atau ijin sakit dengan bos membuat anda dilemma untuk memasang foto sedang nyobain makanan atau snorkeling di facebook. Tapi tujuan utama tadi senang-senang kan ya? Artinya, perlu peduli ga yaa facebook harus di update apa nggak? Hehehe..

3. Jalan-jalan situasional
Jalan-jalan yang satu ini menggabungkan gengsi dan senang-senang. Maksudnya? Akrab dengan kata “Bulan Madu” kan,, nah si Bulan Madu ini punya kembarannya yakni jalan-jalan. Destinasinya terserah anda, bisa untuk senang-senang atau gengsi. Tapi yang pasti jalan-jalan tipe ini memang sudah direncakanan, segala sesuatunya. Dan tujuan utamanya bukan sekedar jalan-jalan, tapiii yaa anda tahu sendiri lah, saya masih 17 tahun jadi agak jengah untuk bahas ini. Hehehe…

Keuntungannya, semua terasa indah, mau dimanapun dengan situasi apapun, namanya juga berdua dengan pasangan. Gak ada merasa bersalah untuk pasang foto di Facebook. Atau update status di twitter.

Ada juga jalan-jalan ibu-ibu arisan, atau karya wisata sekolah, juga termasuk ke dalam jalan-jalan tipe ini. Atau jalan-jalan karena pekerjaannya memang berhubungan. Misal: reporter, artis, traveler writer, petugas kedutaan, tukang odong-odong juga bisa.

4. Jalan-jalan jalan-jalan
Cuma ada satu tujuan dari jalan-jalan ini, yakni ‘jalan-jalan’ dengan menggunakan kaki anda untuk mengantar mata, hati dan telinga anda melihat, mendengar dan merasakan dunia. Backpaker tergolong tipe jalan-jalan ini. Tapi ga selamanya jadi backpacker harus susah payah loh. Ada juga yang mengartikannya secara lisan yakni membawa tas gendong tapi tinggal di hotel dan pakai kendaraan oke seperti pesawat.

Inti dari jalan-jalan tipe ini adalah melangkah sejauh mungkin, agar dapat belajar banyak hal. Untuk itu anda harus kuat fisik dan fleksibel bergaul dengan lingkungan sekitar. Karena tidak disarankan menggunakan tour guide yang akan membatasi gerak anda dan mengantar anda ke toko-toko yang sudah ada kerjasamanya dengan pihak tour guide.

Well, anda masuk ke golongan mana? Mau pindah-pindah golongan juga boleh kok. Karena jujur saja saya juga begitu. Kalau boleh saya menciptakan golongan baru yakni jalan-jalan oportunis, alias memanfaatkan kesempatan. Mumpung ada tiket murah, beli. Mumpung diajak teman atau saudara atau pacar, berangkat. Mumpung ada undian, ikuutt. Mumpung ada acara kantor, hajaarr.

Kalau saya, mumpung masih kuat berjalan, mampu duitnya, saya akan jalan sejauuhh mungkin dengan cara apapun karena hidup hanya sekali dan ga ada tombol “rewind”. :)

Jadi mau kemanakah anda hari ini?

Dayak Sugandu

Perjalanan menarik berikutnya adalah berkunjung ke Kampung Dayak Sugandu di kawasan Losarang, Indramayu.

Kenapa menarik?

Saya mempelajari arti menghargai perbedaan yang sebenarnya.

Mungkin anda asing mendengar kata “Dayak Sugandu”, saya jelaskan dulu yaa..

Mereka adalah sekumpulan orang yang memiliki ajaran dan gaya hidup yang berbeda dengan suku di Indonesia pada umumnya, bahkan tidak diatur dalam kehidupan oleh pemerintah. Dayak Sugandu sendiri berarti mengayak pribadi . Mereka tidak berhubungan dengan suku Dayak dari Kalimantan. Ajaran dan suku ini sendiri mulai terbentuk pada tahun 1970. Ketika Tak’mad, sang pendiri, menemukan titik jenuh akan pemerintah. Melihat keadaan sekitar yang tidak berubah,Ta’mad mulai instropeksi diri dan menyadari bahwa cara tersebut adalah paling baik bagi manusia. Tidak perlu koreksi orang lain apalagi menyalahkan orang lain, lebih baik koreksi diri sendiri dan perbaiki.

Selain itu filosofi kehidupan mereka adalah alam, bagaimana mendekatkan diri dengan alam.   Mereka percaya bahwa inti ajaran dalam hidup adalah alam. Maka nilai-nilai alamiah harus dihargai dan dijunjung tinggi. Seperti menghargai perempuan dan anak. Bahkan para kaum prianya rela loh untuk mencari nafkah sekaligus mengurusi pekerjaan rumah tangga seperti memasak!

Bagi mereka, kaum perempuan memiliki martabat tinggi karena dari perempuanlah lahirnya individu-individu baru. Hal tersebut tidak bisa dilakukan oleh pria, siapapun dan dimanapun. Begitu pun dengan anak, yang lugu dan dianggap selalu benar. Oleh karena itu, pria Suku dayak Sugandu berpatokan untuk mengabdi kepada perempuan (ibu dan istri) serta anak.

Selain itu semua aspek kehidupan mereka berdasarkan alam. Seperti penggunaan warna hitam-putih sebagai penanda adanya siang dan malam. Mereka tidak menggunakan baju atasan (terutama kaum pria), mereka tidak makan daging untuk menghormati sesama mahluk hidup yang bernyawa, dan mereka melakukan ritual rendeman atau KUMKUM, yang berfungsi untuk melatih kesabaran.

Kumkum ini dilakukan selama empat bulan dalam setahun. Prosesi Kumkum dimulai dengan melakukan kidung di malam hari sekitar pukul 11 malam. Usai kidung, mereka beranjak ke sungai kecil di dekat perkampungan mereka, dan merendamkan diri hingga keesokan paginya! Tetap dengan tidak menggunakan baju atasan, selama 8 jam mereka harus menahan dingin dan juga gigitan ikan-ikan kecil yang usil di dalam sungai kecil tersebut.

Kalau saya sih, cukup 30 menit saja berendam di bak mandi rumah sudah menggigil,hehe..

Ya memang sangat melatih kesabaran, tidak semua bisa melakukannya dalam sekejap. Dibutuhkan latihan perlahan-lahan untuk membiasakan diri dengan suhu air dan udara malam. Mmm,mungkin sama seperti latihan puasa bagi muslim atau latihan bertapa.

Usai berendam semalaman, ritual belum berhenti sampai disitu. Mereka melanjutkan dengan Mepe, atau nama kerennya tanning alias berjemuuurrr, hehe…

Mereka berjemur hingga celana mereka kering, memang fungsi Mepe untuk mengeringkan badan sekaligus mendekatkan diri dengan alam (tanah). Hasil dari ritual ini, mereka merasa menjadi orang yang baru. Kemudian kembali mencari nafkah selama 8 bulan, yang berkecukupan saja untuk hidup bersama anak dan istri. Kalau ada rejeki lebih, diberikan kepada yang membutuhkan. Sisanya 4 bulan, saat untuk ‘merendam diri’.

FYI, they don’t have any identity card.. Ya, mereka adalah suku tanpa KTP. Namun bukan berarti mereka menetang Negara Kesatuan Republik Indonesia loh,, bagi mereka meskipun berbeda paham termasuk mengenai agama (mereka tidak menganut agama apapun), namun mereka tetap bagian dari Indonesia. Tetap satu saudara setanah air dengan saya yang Jawa-Menado namun, lahir di Kalimantan, ber-KTP Jakarta dan tinggal di Bogor.

Buat mereka KTP hanyalah sebuah kartu yang ngerepotin, identitas utama adalah diri mereka yang kasat mata dan dibawa kemanapun mereka pergi. Meski sempat mengalami kesulitan karena tidak punya KTP seperti saat berpergian ataupun mengurus surat-surat penting, namun kehidupan bermasyarakat mereka baik-baik saja. Terbukti saat saya berada di kampung mungil mereka, tidak ada istilah berkerumun hanya karena satu suku. Mereka membaur, bekerja bersama saat di ladang. Membeli rokok di warung yang sama dengan warga lain. Saling menegur satu sama lain.

Mereka juga sangat terbuka dengan kedatangan orang asing seperti saya yang terus menerus bertanya tentang kehidupan mereka. Tidak ada curiga ataupun tersinggung, mereka malah dengan senang hati menjawab semua pertanyaan saya. Sampai saya menyadari, bahwa pikiran saya sudah terkonstruksi dengan konsep masyarakat yang sama. Sama-sama punya suku, sama-sama punya KTP, SIM, Passport, sama-sama punya agama, sama-sama pakai baju, sama-sama makan enak, sama-sama sekolah, dan sama-sama yang lainnya.

Mencari kesamaan, bahkan dalam berhubungan pun tidak sedikit kan dari anda yang putus karena tidak adanya “kesamaan”. Padahal manusia sejak dilahirkan pun sudah berbeda-beda. Mereka mengajari saya makna perbedaan dan bagaimana menghargainya dengan cara yang sederhana sekali, senyum….

Tidak ada yang berbeda, tidak ada yang aneh, selama senyum dan sapa masih ada.

Perjalanan saya ke Garut di warnai juga oleh pengetahuan yang bikin saya terperangah!

Saya ga ngerti sebelumnya tentang akar wangi, itu loh tanaman yang wanginya mirip dupa. Bisa kamu liat di rajutan yang biasa emak-emak suka beli. Macam tas, taplak meja, tuduk saji, dan lain-lain. Pokoknya akrab banget ama geng emak-emak deeh.. Silahkan di survei ke ibu anda atau istri anda yaa, atau cek diri sendiri juga boleeh..

Yak lanjut!

Yang buat saya KUAGET  BUANGET (lebay), adalah manfaat si tanaman yang hanya tumbuh di 3 negara (Brazil, Haiti dan Indonesia) ini.

Pertama, bonggol akarnya digunakan untuk mengikat wangi dari parfum. Merek apapun parfumnya, kalau mau tahan lama bau-nya harus, saya ulang yaa, HARUS pakai minyak akar wangi!

Kedua, akar wangi bisa difungsikan untuk menahan longsor di daerah lereng, karena kekuatan akar wangi sama dengan 1/6 kekuatan beton!

Ketiga, akar wangi bisa jadi bahan kerajinan khas dari Garut ataupun Indonesia. Karena wanginya yang tahan lama dan desainnya yang Indonesia banget, bule-bule pada suka tuh!

Keempat, akar wangi bisa jadi komoditas ekspor yang berpotensi bagi devisa Indonesia. Karena, hanya ada di tiga Negara yakni Brazil, Haiti dan Indonesia. Selain itu, tanah Indonesia yang banyak gunung berapinya sangat menguntungkan untuk menanam akar wangi. Karena debu dari letusan gunung berapi membuat tanah menjadi berjenis andosol, yang sangat baik untuk tanaman apapun, terutama akar wangi.

 

Belum cukup?

Akar wangi ternyata ada beragam spesies, yang bisa membuat kualitas akar wangi berbeda-beda. Nah, penelitian ini di gagas oleh Pak Frans, seorang pengusaha akar wangi di Garut. Sosoknya low profile! Padahal usahanya udah mendunia. Dari sinilah saya tahu bahwa akar wangi bisa jadi identitas bangsa kita yang berikutnya loohh.. Tentunya ga bisa di colong sama bangsa lain nih!

Tertarik untuk usaha Akar Wangi? Bisa langsung konsultansi ke Pak Frans loohh…

Perjalanan saya kali ini membawa saya memasuki Hutan Panjalu di Ciamis, Tasikmalaya. Butuh waktu untuk survei dikarenakan cuaca di hari pertama saya datang hujan lebat. jadinya cuma bisa duduk manis sambil menghirup kopi susu dan melihat penangkapan ikan di Situ Panjalu.

FYI, ikan yang ada di Situ Panjalu bukanlah hasil budidaya masyarakat melainkan alami dari Situ Panjalu sendiri. Dalamnya Situ ini diperkirakan 3 -4 meter dengan ketebalan lumpur didasarnya 3-6 meter! W-O-W!

Situ Panjalu diperkirakan sudah ada sejak 3 Abad yang lalu, menurut cerita masyarakat setempat bila dilihat dari atas gunung, Situ Panjalu terlihat seperti akan ‘tumpah’. Well, sayangnya ga saya coba tuh naik ke atas gunung buat buktiin mitos tersebut, hehe..

Hari kedua peliputan, kami datang pagiii sekali. Sengaja karena mengejar matahari yang cerah berawan! Maklum bahasa gambar memang harus indah untuk itu kadang kejar-kejaran dengan cuaca. Sampai Situ Panjalu, saya kembali terpukau!

Di tengah Situ terdapat hutan kecil tempat kelelawar bersarang selama menunggu kekasih matahari, bulan, datang saat senja turun.

Nah yang unik, kami mau melihat proses penangkapan kelelawar dengan menggunakan Layang-Layang!

Jujur untuk main layang-layang saja, saya tidak bisa. Makanya tertarik banget pengen lihat tradisi unik ini.

Layang-Layang yang digunakan berwarna hitam agar kelelawar terkecoh. Besarnya sekitar 75 cm x 70 cm,berhubung saya lupa rumus menghitung luas layang-layang, anda hitung sendiri deh yaa.., sekaliah latihan otak.. :P

Penangkapan kelelawar ini tentu dengan tujuan yang penting, yakni untuk pengobatan penyakit asma yang sudah akut. Sebelum tangkap kelelawar, anda harus ijin dulu dengan si empunya desa.

sudah dapat ijin, baru deh proses penangkapan. Karena dilakukan saat siang hari, para kelelwar pemakan buah tersebut harus dibangunkan dari tidurnya. Jadi kami masuk ke dalam hutan Panjalu, memotong bambu, dan menjadikannya kentongan.

Saat masuk ke hutan, yang buat saya baru pertama!, banyak ditemui jamur. Pengen rasanya menjadi Snow White, nyoba makan itu jamur terus tertidur, terus dicium Pangeran (halah!). Hehehe..

Tapi saya peneran pengen nyoba. Warnanya coklat dan tumbuhnya di batang-batang pohon. Looks yummy!

Back to the topic..

Saat kelelawar terusik dengan suara kentongan bambu, mereka akan bangun dan berterbangan. Nah, saat itu lah yang kemudian layang-layang beraksi!

Benang nilon yang digunakan untuk menerbangkan layang-layang sudah dipasangkan kail. Sehingga bila ada kelelawar yang terjerat, bisa langsung ditarik.

Cukup lama menunggunya, karena kelelawarnya lihai menghindar dari layang-layang. Mungkin udah tau kali yaa..,hehe..

Tapi ada juga nih yang setengah keliyengan, mungkin karena baru bangun tidur, dan HAP! Wo got it!!!

Sempat tercebur ke Situ, namun jeratan benangnya bisa menarik kelelawar jantan ini ke sampan.

And this is it, the Batman! Siap untuk dijadikan obat..

Dari Panjalu, Tasikmalaya, thinkniken melaporkan.. :)

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 994 other followers